Excursion Program Kelas Internasional Adakan Kelas di Museum AL

Surabaya – Program Unggulan Kelas Internasional MTsN 3 Jombang mengadakan kelas observasi di Museum Loka Jala Ҫrana Surabaya kamis (14/03/2019). Peserta kali ini dari kelas unggulan putri sekitar 70 peserta dengan 7 guru pendamping.

Kepala Madrasah, H. Moch. Syuaib, S.Ag., M.PdI memberikan sambutan pelepasan keberangkatan dengan pesan-pesan motivasi bagi peserta didik. Beliau mengingatkan kembali pesan KH. Hasib Wahab untuk selalu menjaga nama baik Bahrul Ulum di manapun berada, terutama MTsN 3 Jombang yang telah meraih banyak prestasi membanggakan. Program Unggulan yang terbukti telah mampu didorong untuk go Internasional dan berdakwah di tingkat Internasional harus dijaga dan ditingkatkan agar mendapatkan pencapaian lebih baik.

Dalam perjalanan, peserta diwajibkan menyetorkan hafalan Asma’ul Husna secara bergantian. Selain untuk mengisi waktu, peserta dapat bekerja sama saling mengingatkan satu sama lain.

Sesampainya di lokasi, peserta diantarkan oleh pemandu dari anggota TNI AL, Bapak Akhmad Subkhan, S.H. Beliau menjelaskan nama Loka Jala Ҫrana adalah tempat untuk mengabadikan sarana dan prasarana TNI AL. Sarana dan Prasarana yang dimaksud antara lain senjata, baju, peralatan tempur, hingga peralatan makan. Peraturan sebelum berkeliling juga diberikan, yaitu larangan menginjak rumput, merusak barang, dan berbicara ketika pemandu menjelaskan.

Museum TNI AL diresmikan tanggal 19 September 1969 oleh istri Panglima TNI AL ke 5, Bapak Moeljadi. Awalnya, tempat tersebut merupakan rawa-rawa yang penuh tanaman bakau. Komplek TNI AL tersebut juga memiliki sekolah. Tahun 1951, sekolah AL bernama Institue AL. Tahun 1956 diganti menjadi Akademi AL, tahun 1965 Akabri Bagian Laut, dan tahun 1985 hingga sekarang kembali menjadi Akademi Angkatan Laut.

      

Pengenalan benda-benda TNI AL dimulai dengan berkeliling museum. Benda-benda sisa pertempuran di laut Arafuru melawan Belanda dan benda lain seperti torpedo dan senapan serta baju selam dipamerkan dalam ruangan-ruangan yang terpisah. Tidak lupa peserta diarahkan menyaksikan proyeksi bintang di Planetarium. Terdapat dua globe yang diperkenalkan, yaitu earth globe dan star globe. Dari ke 88 rasi bintang, hanya beberapa rasi yang diperkenalkan, utamanya yang paling populer digunakan oleh nelayan, petani, dan angkatan laut di Indonesia.

Perjalanan dilanjutkan dengan berziarah ke Makam Sunan Ampel. Ishoma kemudian Tahlil bersama di dalam dipimpin oleh Bapak Sholihuddin. Setelah berziarah, peserta diizinkan berkeliling sebentar untuk membeli oleh-oleh. Rombongan tiba kembali di Jombang pukul 17.00 WIB. (Def)