
Jombang – MTsN 3 Jombang Bahrul Ulum Tambakberas terus memperkuat pembinaan keagamaan peserta didik sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi penerus yang memiliki kecakapan beribadah sekaligus berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui program Takhassus Center Bidang Praktik Ibadah dengan memberikan pembinaan sekaligus pengalaman praktik secara langsung di tengah masyarakat.
![]() |
![]() |
Pada Jumat, 30 Oktober 2026, Takhassus Center MTsN 3 Jombang mendelegasikan dua murid, yakni Ba’iq Rizqi Faizin dari kelas IX-B dan M. Falah Yahya dari kelas IX-H, untuk melaksanakan praktik ibadah (azan dan bilal) di dua masjid yang berada di lingkungan instansi pemerintahan Kabupaten Jombang, yakni Masjid Pemerintah Kabupaten Jombang dan Masjid Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang.
Pendelegasian tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi keagamaan di ruang kelas. Para murid juga diarahkan agar memiliki keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecakapan dalam menjalankan praktik ibadah di tengah masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan keagamaan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan Takhassus Center dapat diimplementasikan dalam situasi nyata.
![]() |
![]() |
Ketua Takhassus Center MTsN 3 Jombang, Mokh. Khoirul Anwar, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan tahapan penting dalam membentuk kader-kader muda yang siap meneruskan tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
“Pembinaan Praktik Ibadah tidak cukup hanya berhenti pada pemahaman teori. Murid perlu diberi ruang untuk berlatih dan tampil secara langsung di tengah masyarakat. Melalui pengalaman seperti ini, kami berharap tumbuh kader-kader muda yang memiliki pemahaman agama yang baik, percaya diri, bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ungkapnya.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Dr. H. Muhajir, S.Pd., M.Ag. Ia mengapresiasi langkah MTsN 3 Jombang yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kompetensi keagamaan melalui pengalaman praktik secara langsung. Menurutnya, pembinaan semacam ini memiliki nilai strategis karena madrasah tidak hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, tetapi juga memberikan ruang untuk mengaktualisasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kaderisasi keagamaan perlu dipersiapkan sejak dini. Murid harus mendapatkan pembinaan, kesempatan, dan pengalaman nyata agar kelak memiliki kesiapan untuk mengambil peran di tengah masyarakat. Program seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi madrasah yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungannya,” tuturnya.
![]() |
![]() |
Pelaksanaan program Praktik Ibadah tersebut juga mendapat dukungan dari bidang kurikulum MTsN 3 Jombang. Program Takhassus Center diarahkan agar berjalan selaras dengan proses pendidikan di madrasah, sehingga penguatan kompetensi akademik dan keagamaan dapat berkembang secara beriringan. Praktik langsung di masjid menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi murid untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, karakter, serta tanggung jawab sosial-keagamaan.
Kepala MTsN 3 Jombang turut memberikan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut. Pembinaan melalui Takhassus Center diharapkan tidak hanya melahirkan murid yang mampu melaksanakan praktik ibadah dengan baik, tetapi juga membentuk generasi yang siap menjadi teladan serta mengambil peran positif di madrasah, pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara terprogram, berjenjang, dan berkelanjutan, dengan memberikan kesempatan yang semakin luas kepada murid yang telah melalui proses pembinaan. Sinergi antara madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, pemerintah daerah, pesantren, masjid, dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat sehingga tercipta ruang aktualisasi yang lebih luas bagi kader-kader muda.Pendelegasian dua murid tersebut menjadi langkah awal yang membawa pesan penting: kaderisasi tidak cukup dilakukan dengan mengajarkan pengetahuan, tetapi harus disertai keteladanan, pembiasaan, kepercayaan, dan kesempatan untuk mengabdi. Dari ruang pembinaan di madrasah menuju mimbar dan ruang pengabdian masyarakat, MTsN 3 Jombang berupaya menyiapkan estafet generasi yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman, merawat tradisi Aswaja An-Nahdliyah, serta menghadirkan kebermanfaatan di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan pembinaan yang istiqamah dan berkelanjutan, Takhassus Center diharapkan menjadi salah satu wadah lahirnya kader-kader muda MTsN 3 Jombang yang tidak hanya cakap dalam praktik ibadah, tetapi juga berilmu, berakhlakul karimah, percaya diri, moderat, dan siap berkhidmat untuk agama, bangsa, dan masyarakat. (mrh)


















